Archive for March, 2014

Tugas Individu Manajemen Pemasaran – Strategic Planning, Prof Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc.

// March 26th, 2014 // Comments Off on Tugas Individu Manajemen Pemasaran – Strategic Planning, Prof Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc. // Uncategorized

Yogi Syamriadi P056132972.49E

Graduate Program of Management and Business – Bogor Agricultural University

 

 

Tim Pengajar:

Prof Dr. Ir. UjangSumarwan, MSc

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

sumarwan@mb.ipb.ac.id

Dr. Mukhamad Najib, MM

Dr. Ir. Kirbrandoko, MSM

 

 

Manajemen Pemasaran, merupakan mata kuliah Pada Triwulan 2 program MB IPB pada angkatan E49. Dosen pengajar mata kuliah ini adalah Prof Dr Ir Ujang Sumarwan MSc., Dr Ir Kirbrandoko, MSM. dan Dr. Mukhamad Najib, MM.

Dengan metode pengajaran di kelas yang interaktif dituntut mahasiswa untuk berinteraksi terhadap materi yang diberikan, beberapa sesi lainnya membuat mahasiswa untuk menampilkan pendapat pribadi maupun kelompok mengenai jurnal-jurnal internasional terkait manajemen pemasaran, mendiskusikan perkembangan persaingan industri coklat dari semua aspek marketing dan membuat analisa di industri berbasis agribisnis per masing-masing kelompok serta sebagai tugas akhir, Mahasiswa diminta  merancang bisnis baru dengan membuat business plan secara komprehensif dari konsep produk, strategi marketing, kemasan, iklan serta analisa biaya dan pendapatan.

Suasana kelas dan diskusi antar kelompok dalam pembahasan tugas

 

Beberapa hal yang disampaikan telah disampaikan dalam materi kelas adalah sebagai berikut:

Perencanaan Strategis

Adalah bagian pertama yang dilakukan dalam rekayasa informasi (information engineering), kemudian bagian  berikutnya adalah analisis area bisnis (business area analysis), perancangan sistem (system design), dan konstruksi (construction). Perencanaan Strategis (Strategic Planning) adalah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan, yang bertujuan menghasilkan profit / keuntungan dan going concern.

Suatu pengambilan keputusan strategis (strategis decisions) membutuhkan komitmen atas sumber daya secara jangka panjang.

Rencana Pemasaran

  • Sebagai dasar bagi manajemen dalam melakukan perbandingan kinerja yang diharapkan dengan realisasi
  • Menjelaskan semua kegiatan yang membantu para user dalam memahami dan bekerja sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
  • Mengkaji tentang lingkungan pemasaran (marketing environment) serta cara kerja karyawan perusahaan
  • Setelah rencana pemasaran dibuat, dijadikan acuan bagi keberhasilan aktivitas perusahaan di masa mendatang
  • Memudahkan manajer pamasaran untuk masuk ke pasar dengan kesadaran akan berbagai kemungkinan

Strategi pemasaran meliputi kegiatan menyeleksi dan penjelasan satu atau beberapa target pasar dan mengembangkan serta memelihara suatu bauran pemasaran yang akan menghasilkan kepuasan bersama sengan pasar yang dituju.

Elemen yang terdapat dalam rencana pemasaran :

  • Penentuan misi dan target perusahaan
  • Melakukan analisis situasi
  • Menggambarkan pasar yang dituju dan menetapkan komponen bauran pemasaran.

Dalam mata kuliah Manajemen Pemasaran, menggunakan acuan teori maupun literature dari buku dibawah ini:

 

 Lecture Notes based on book by Ujang Sumarwan, Agus Djunaidi, Aviliani, H.C Royke Singgih, Jusup Agus Sayino, Rico R. Budidarmo, Sofyan Rambe. 2009.Pemasaran Strategik :Strategis untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham(Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth in Creating Share Holder Value). Jakarta. Inti Prima.

 

Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. Cetakan ke 2.2011. Pemasaran Strategik : Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja Strategic Marketing: Value Based and Performance Measurement Perspectives). Bogor, IPB Press.

Chocolate War (Hershey’s VS Mars) – Class Notes from Marketing Management Class on Saturday March 8th, 2014

// March 18th, 2014 // Comments Off on Chocolate War (Hershey’s VS Mars) – Class Notes from Marketing Management Class on Saturday March 8th, 2014 // Uncategorized

KELOMPOK  5

  1. A.M. Heri Saktiyanto [P056132632.49E]
  2. Febrianto Arif Wibowo [P056132742.49E]
  3. Fitriana Purnamasari [P056132762.49E]
  4. Harya Buntala Koostanto [P056132772.49E]
  5. Husnul Insan [P056132782.49E]
  6. Safitri Larasati [P056132922.49E]
  7. Yogi Syamriadi [P056132972.49E]

Class of  E49  2013 Graduate Student of Master Program in Management
Graduate Program of Management and Business
Bogor Agricultural University

Marketing Management Class PMB 541

Lecturer Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc.
Dr. Ir. Kirbrandoko, MSM.
www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id 
sumarwan@mb.ipb.ac.id

 

Kegiatan Promosi Sebagai Senjata Peningkatan Penjualan

Seperti kita ketahui bersama, bahwa kegiatan promosi merupakan salah satu kegiatan dalam kegiatan pemasaran yang mampu mendongkrak penjualan produk secara signifikan. Kegiatan promosi harus dilakukan secara terencana agar biaya kegiatan tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien serta mampu menjangkau target market yang telah ditentukan. Karakteristik kegiatan promosi yang cenderung berbiaya besar mengaharuskan si pelaku kegiatan promosi tersebut bekerja ekstra keras untuk dapat menumpahkan ide-ide kreatif dan memikirkan jalur promosi yang tepat agar biaya yang dikeluarkan tidak terbuang dengan percuma.

Salah satu pabrik produksi coklat Mars (kiri) & Hershey’s (kanan)

Dalam video war of chocolate yang digambarkan bahwa persaingan yang terjadi adalah persaingan untuk memperebutkan pasar yang sangat besar, banyak sekali kegiatan promosi yang dijalankan oleh perusahaan –perusahaan pesaing yaitu Hershey dan Mars. Mereka berpikir sesuatu yang tidak biasa untuk merebut hati konsumen. Katakanlah saja Mars, mereka tidak hanya beriklan di televisi yang tetapi mereka memikirkan yang jauh lebih dari itu. Ide kreatif untuk melahirkan karakter dari karikatur permen Mars yang dapat bersandiwara dan melakukan apapun menjadi ide unik yang tidak terbantahkan. Ada banyak hal yang dapat dipelajari disana, bagaimana Mars menciptakan karakter coklat yang ceria yang dapat membuat suasana menjadi riang dan penuh dengan kebahagiaan. Positioning ceria yang dilakukan dinilai cukup berhasil karena orang-orang yang membeli permen Mars bermaksud membuat suasana yang lebih fun dan fearless.

Blocking time di televisi yang dilakukan untuk placement film karikatur Mars saat jam prime time juga tepat sehingga dapat disaksikan oleh pasar yang sangat besar. Hal ini juga sesuai dengan semangat kegiatan pemasaran yang mengharuskan bahwa aktifitas pemasaran tersebut harus dapat menjangkau pasar yang besar dan tepat sasaran. Banyak target market yang sedang menyaksikan televisi pada saat jam prime time seperti anak-anak, remaja, bahkan dewasa. Bahkan, keberhasilan dari karikatur Mars ini adalah bagaimana tokohnya dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama dan dapat ditemukan sampai sekarang.

Dalam kegiatan promosi pemasaran salah satu hal yang harus diperhatikan adalah inovasi dan penyesuain terhadap kebutuhan konsumen. Produk dalam arti inovasi harus dapat menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan pasar. Dalam video war of chocolate, Hershey melakukan hal tersebut dengan baik, dimana saat perhelatan Oscar dimulai, mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk mencari celah melakukan kegiatan pemasaran yang efektif. Mereka melakukan komunikasi dengan inovasi design product packaging. Penyesuaian desain packaging product yang bertemakan Oscar mampu mendongkrak penjualan mereka secara keseluruhan.

 

Berbagai jenis produk coklat Mars (kiri) dan Hershey’s (kanan)

Tidak hanya berhenti sampai disitu, persaingan dalam bisnis coklat inipun terus berlanjut, dimana Mars dan Hershey juga tidak henti-hentinya memborbardir iklan di televise dengan tayangan-tayangan iklan produknya untuk memperluas segmentasi pasar dan memperbesar target pasar. Sifat media yang membaurkan pesan secara massal dimanfaatkan betul oleh kedua perusahaan yang memproduksi coklat ini. Mereka seolah tidak mau kehilangan momentum untuk memperebutkan kue yang besar di pasar atas konsumen-konsumen coklat yang ada. Coklat Hershey mengandalkan keunggulan produknya yang tidak meleleh saat ditangan namun meleleh di mulut. Keunggulan inilah yang dijadikan Hershey untuk menjadi strategi kompetitif dalam menghadapi persaingan dengan Mars.

 

Brand mascot dari beberapa produk coklat yang dihasilkan oleh Hershey’s (kiri) dan Mars (kanan)

Kesalahan besar yang dilakukan Mars adalah ketika mereka menolak ajakan kerjasama yang dating dari Universal Studio untuk menggarap film tentang makhluk angkasa yang berteman dengan anak laki-laki, dimana dalam film tersebut terdapat sebuah adegan yang membutuhkan adanya coklat warna-warni milik Mars. Tidak mau menunggu lama, pihak Universal Studio langsung menghubungi dan menawarkan kerjasama terhadap Hershey dengan produknya Reese’s Pieces. Pilihan Hershey dalam bekerjasama dengan Universal Studio dalam pembuatan film ini merupakan langkah yang tepat karena melalui film lah sebuah kegiatan promosi pemasaran yang efektif dapat terlaksana. Film merupakan sebuah media dengan target pasar yang jelas, sehingga dalam penyampaian pesan, komunikasi yang dibangun dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan tepat sasaran. Keberhasilan komunikasi ini tentunya akan serta merta dapat meningkatkan penjualan produk secara signifikan.

 

Sumber : Video “War of Chocolate” yang ditayangkan pada perkuliahan Manajemen Pemasaran oleh Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc  tanggal 08 Maret 2014

Written on March 18th, 2014 , Manajemen Pemasaran, Tugas Kelompok Tags: , , , , ,

Skip to toolbar