OSDM-review jurnal

// February 8th, 2014 // Uncategorized

Tugas Individu OSDM : Review Jurnal

     Dosen : Dr. Ir. Manuntun Parulian Hutagaol, MS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mereview Jurnal Armanu Thoyib (armanu@fe.unibraw.ac.id)

Hubungan Kepemimpinan, Budaya,

Strategi, dan Kinerja: Pendekatan Konsep

Disusun Oleh  :

Yogi Syamriadi (NIM P056132972.49E)

 

 

 

Daftar Isi

 

 

 

 

1. Latar Belakang……………………………………………………………………………………………….1

2. Pemahaman atas Jurnal……………………………………………………………………………………3

3. Pandangan Terhadap Jurnal……………………………………………………………………………..5

4. Pendapat atau Kritik……………………………………………………………………………………….9

5. Kesimpulan dan Saran…………………………………………………………………………………..11

6. Referensi……………………………………………………………………………………………………..12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Latar Belakang

 

Perubahan lingkungan bisnis demikian kuat pengaruhnya terhadap organisasi, setiap perubahan akan membawa dampak bagi setiap aspek organisasi. Organisasi sumber daya manusia (OSDM) dapat dijadikan suatu kerangka teori yang umumnya digunakan sebagai acuan dalam lingkungan berorganisasi, melihat pada hubungan manusia sebagai sumber daya dan manusia dalam berorganisasi.

Sebagai ilmu, sumber daya manusia dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Dalam bidang ilmu ini, terjadi sintesa antara ilmu manajemen dan psikologi. Mengingat struktur sumber daya manusia (SDM) dalam industri-organisasi dipelajari oleh ilmu manajemen, sementara manusia-nya sebagai subyek adalah bidang kajian ilmu psikologi. SDM merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang berada disekitarnya. Dalam pengertian praktis sehari-hari.

Perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi organisasi.  SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dikembangkan dan juga bukan sebaliknya sebagai beban, Laura P. (2005). Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya. Sumber daya manusia merupakan aset dalam segala aspek pengelolaan terutama yang menyangkut eksistensi organiasi.

Perencanaan sumber daya manusia merupakan proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia dalam berorganisasi, sedangkan strategi sumber daya manusia adalah seperangkat proses yang dilakukan oleh unit sumber daya manusia untuk menyelesaikan masalah bisnis yang terkait dengan sumber daya manusia itu sendiri.  Dalam perencanaan tersebut perlu diperhatikan perangkat-perangkatnya seperti yang berwujud yaitu sumber daya manusianya sebagai subjek dan sama pentingnya yang tidak berwujud yaitu faktor kepemimpinan seorang pemimpin, budaya yang terbentuk atas perilaku manusianya John ( 2007), serta strategi yang diterapkan dalam menangani permasalahan menggunakan perangkat yang berwujud dan tidak berwujud hingga tercapainya kinerja.

Banyak hal menarik yang dapat dijadikan bahan analisa maupun pembahasan lebih lanjut, baik itu dalam dunia berorganisasi maupun dalam mengelola sumber daya manusia itu sendiri. Kemudian berdasarkan tersebut maka penulis akan menganalisa satu jurnal yang kemudian dilihat dari sudut pandang penulis dan dihadapkan pada teori atau pembanding lain sehingga dapat terdeskripsikan pendapat penulis.

Atas dasar pemaparan latar belakang diatas penulis mencoba mengkategorikan jurnal yang akan dipilih yaitu meliputi hal-hal yang berkaitan dengan organisasi dan cara pengembangannya. Tidak tertutup juga kepada faktor penunjang organisasi tersebut dan faktor yang memang sudah melekat kemudian cara organisasi mempengaruhinya menjadi output yang terukur.

Setelah melakukan pencarian jurnal melalui berbagai media cetak dan elektronik, didapatkan beberapa jurnal ilmiah yang memiliki tema dan memiliki ruang lingkup organisasi sumber daya manusia(OSDM), Jurnal yang diambil adalah yang disusun oleh Armanu Thoyib dengan judul “Hubungan Kepemimpinan, Budaya, Strategi, dan Kinerja: Pendekatan Konsep”.

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Pemahaman Jurnal

 

Penulis mencoba mendeskripsikan maksud dari penyusun jurnal (Armanu Thoyib) yang coba disampaikan melalui jurnalnya. Pada bagian Abstrak Jurnal dideskripsikan tujuan dalam penyusunan jurnal adalah untuk dapat memberikan penjelasan sebuah kerangka konsep dari variabel-variabel terkait perilaku, budaya dan manajemen organisasi.

Jurnal tersebut menerangkan secara runut mulai dari komponen terkecil hingga keterkaitan antara komponennya, alur yang diambil memperjelas tahapan berpikir dari pengertian dan definisi serta contoh yang terdapat pada lingkungan sekitar ditunjang dengan tinjauan pustaka ringkas yang diambil dari berbagai teori dan sumber akademisi.

Jurnal tersebut menyebutkan tahapan sebagaimana dimulai dari individu sebagai sumber daya manusia dan individu-individu yang mulai terkelompok membentuk satu kesatuan dalam berorganisasi.  Organisasi memiliki ruang linkup yang kompleks baik dilihat dari komponen organisasi maupun cara organisasi meraih kinerjanya.

Diambil 2 (dua) pendekatan terkait pertumbuhan organisasi yang pertama adalah menurut Greiner , L (1972)  pertumbuhan organisasi akan dihadapkan pada permasalahan beberapa fase krisis seperti halnya kepemiminan, otonomi, pengendalian, koordinasi dan kolaborasi.  Penyusun Jurnal meyakini bahwa organisasi tidak dapat mati melainkan hanya terkena krisis, seberapa besarnya ukuran krisis tersebut hanya merupakan tantangan dalam membentuk organisasi tersebut menjadi matang atau memiliki kesiapan atas pengulangan krisis, dikarena krisis tersebut bisa datang secara simultan atau berbarengan.

Pendekatan kedua adalah menurut Ichak Adizes (1988), pertumbuhan organisasi akan dihadapkan pada fase courtship (hukum/legalitas), fase infant (kewajban pemilik berinvestasi), fase go-go(berproduksi), fase Adolescence (dewasa/persaingan), fase prime dan fase stable terhadap perubahan-perubahan, pemimpin harus proactive ridak boleh reactive. Sekali pemimpin melakukan reactive terhadap perubahan dan perkembangan sekelilingnya maka ia dikatakan masuk pada awal fase Aristocracy(penurunan). Bila fase ini terus berkelanjutan maka ia masuk pada fase Early Bureaucracy, bila masih terus berkelanjutan maka ia masuk pada fase Bureaucracy, dan akhirnya kematian (Death).

 

Dari Jurnal tentang pertumbuhan organisasi ditarik kesimpulan bahwa:

  1. Dalam organisasi terdapat pemimpin yang memegang kendali, dan pemimpin yang memberikan arahan / strategi sehingga organisasi tumbuh berkembang.
  2. Setiap organisasi memiliki cara, kebiasaan, dan aturan dalam mencapai tujuan dan misi organisasi, termasuk cara individu hidup berinteraksi satu sama lain dan cara individu mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam organisasi. Dengan kata lain bahwa organisasi memiliki budaya sesuai dengan asumsi dasar para pemimpinnya;

 

  1. Perilaku individu yang ada dalam organisasi dalam upaya melaksanakan program kerja yang telah disepakati ataupun diembannya akan memunculkan/menciptakan kinerja mereka;

 

Maka jurnal tersebut merumuskan permasalahan sebagai berikut:

  • Terdapatkah hubungan antara Kepemimpinan dan Budaya Organisasi?
  • Terdapatkah pengaruh Kepemimpinan terhadap Strategi Organisasi?
  • Terdapatkah pengaruh Budaya Organisasi terhadap Strategi Organisasi?
  • Terdapatkah pengaruh Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Strategi Organisasi?
  • Terdapatkah pengaruh Kepemimpinan, Budaya Organisasi, dan Strategi Organisasi terhadap Kinerja Karyawan?

 

Jurnal kembali mendeskripsikan masing-masing komponen berdasarkan teori manajemen, organisasi dan teori akademisi lainnya yang berhubungan, kemudian setelah mendefinisikan dideskripsikan juga hubungan masing-masing komponen satu sama lain dan juga keterkaitannya setiap komponen secara bersamaan, seperti gambar dibawah ini:

 

Gambar 1. Conceptual Framework Hubungan Variabel Kepemimpinan,

Budaya, Strategi, dan Kinerja

Ditarik kesimpulan dari Jurnal ini, dan juga sekaligus menjawab dari rumusan permasalahannya adalah:

(1) Kepemimpinan dan Budaya Organisasi bisa saling pengaruh mempengaruhi;

(2) Kepemimpinan berpengaruh terhadap Strategi Organisasi;

(3) Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Strategi Organisasi;

(4) Kepemimpinan dan Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Strategi Organisasi;

(5) Kepemimpinan, Budaya Organisasi, dan Strategi Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Pandangan Terhadap Jurnal

 

Penulis melihat secara garis besar bahwa jurnal telah disusun untuk menyampaikan pendapat terkait komponen organisasi dan sumber daya manusia menjadi kedalam 4 komponen yaitu :  Kepemimpinan; Budaya; Strategi; dan Kinerja. Yang kemudian komponen tersebut akan dituangkan kedalam konsep berpikir menjadi pendekatan melalui beberapa teori yang disampaikan.

Permasalahan yang diambil dari contoh menghadapi krisis. Menurut Caroline Sapriel yang dikutip Machfud (1998) mengatakan pada dasarnya krisis adalah suatu kejadian, dugaan atau keadaan yang mengancam keutuhan, reputasi, atau keberlangsungan individu atau organisasi. Hal tersebut mengancam rasa aman, kelayakan dan nilai-nilai sosial publik, bersifat merusak baik secara aktual maupun potensial pada organisasi, dimana organisasi itu sendiri tidak dapat segera menyelesaikannya.

Berbagai pengertian di atas menunjukkan, krisis dipandang sebagai suatu situasi atau kejadian yang lebih banyak punya implikasi negatif pada suatu organisasi daripada sebaliknya. Mengenai penyebab timbulnya krisis, Shrivasta dan Mitroff (Ngurah Putra, 1999: 90) membagi krisis kedalam empat kategori berdasarkan penyebab krisis yang dikaitkan dengan tempat krisis. Pertama yang terkategori dalam penyebab teknis dan ekonomis. Kedua yang terkategori sebagai penyebab manusiawi, organisatoris dan sosial. Mereka juga mengkategorikan penyebab krisis dilihat dari sudut tempat asal atau kejadian di dalam atau di luar organisasi. Berdasarkan kategori ini mereka membuat empat sel untuk melihat tipologi krisis, seperti digambarkan pada bagan berikut ini:

 

Gambar 2. Tipologi Krisis

Kemudian jurnal tersebut telah mengembangkan keadaan krisis seperti yang dibahas diatas didalam organisasi dengan hubungan setiap komponen antara Kepemimpinan; Budaya; Strategi dan Kinerja dalam masing-masing hubungan, yang dinilai mempengaruhi satu sama lain. Hubungan tersebut digunakan untuk menguji pada organisai sosial dan organisasi bisni dimana masing – masing organisasi tersebut memiliki tujuan yang diraihnya seperti mensejahterakan anggotanya dan meraih keuntungan.

Seperti juga yang diungkapkan oleh Orpha Jane dalam jurnalnya yang berjudul “Formasi Strategi di Organisasi Profesional”, menekankan pada penerapan strategi didalam organiasi dalam meraih tujuannya sehingga terciptanya kinerja organisasi yang bagus, maka strategi tersebut diterapkan oleh manajemen puncak dan diwujudkan dalam budaya organisasi secara profesional, sehingga arahan manajemen tersebut masuk kedalam strategi organisasinya. Jurnal tersebut secara harfiah mendukung pemahaman didalam jurnal ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Pendapat atau Kritik

 

Dalam jurnal tersebut telah membahas komponen organisasi dan sumber daya manusia melalui hubungan Kepemimpinan; Budaya; Strategi; dan Kinerja disajikan dalam pendekatan konsep. Hubungan komponen tersebut diuji dalam pertumbuhan organisasi dalam menghadapi krisis oleh karena itu penulis berpendapat bahwa komponen tersebut sudah komprehensif disajikan namun perlu ditambahkan komponen komunikasi, karena komponen tersebut merupakan langkah sumber daya manusia maupun individu dalam organisasi tersebut untuk dapat berhubungan sehingga terintegrasi.

Erat hubungan komunikasi dengan budaya organisasi, karena setiap organisasi memiliki ciri khas yang berbeda dalam penyampaian komunikasinya. Komunikasi sangat penting bagi organisasi terutama dalam menghadapi krisis sebagaimana disampaikan oleh

Lena Satlita dalam Strategi Komunikasi dalam Menangani Krisis Organisasi:

 

“Untuk menanggulangi krisis, diperlukan suatu perencanaan khusus yang dapat merespon, menghadapi dan menangani krisis dengan cepat dan tepat, yang di dalamnya memasukkan faktor komunikasi sebagai bagian penting dalam penyelesaian krisis. Melalui strategi komunikasi yang handal, ketidakpastian, konflik kepentingan, keterlibatan emosional, opini publik yang berkembang dapat dinetralisir sehingga tidak sampai menjurus pada ketidakpercayaan publik yang dapat menghancurkan organisasi”

 

Wicaksono (1997) Peristiwa krisis menjadi ukuran kejadian yang melebihi keadaan normal, dalam keadaan ini memang dibutuhkan perhatian khusus, namun dalam memasukkan komponen komunikasi salah satunya adalah karena komunikasi sudah dilakukan sejak awal sumber daya tersebut berinteraksi, bahkan tanpa harus menunggu peristiwa melebihi normal ataupun keadaan lainnya. Pendapat saya dengan kebiasaan dan intensitas komunikasi dapat mengenal karakteristik organisasi tersebut, keadaan sumber daya disana bahkan strategi dan budaya apa yang diterapkannya.

 

 

 

 

 

 

5. Kesimpulan dan Saran

 

Atas pandangan dan pendapat yang telah dikemukakan sebelumnya diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam organisasi terdapat komponen penting seperti Kepemimpinan; Budaya; Strategi; dan Kinerja. Dan apabila disempurnakan menurut penulis perlu ditambahkan komponen tersebut dengan Komunikasi. karena dalam suatu organisasi yang dipimpin oleh pemimpin melakukan komunikasi pendelegasian wewenangnya dan dalam strategi untuk meraih kinerja nya setiap sumber daya manusia baik itu pemimpin melakukan komunikasi dalam implementasi strategi, begitu pun dengan budaya, budaya yang sudah tercipta tak luput dari komunikasi yang terjalin. Satu sama lain setiap komponen saling berhubungan,sehingga apabila digambarkan seperti berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Referensi

 

 

Thoyib, Armanu. 2004. Strategi Manajemen Konflik Dalam Organisasi Multibudaya. Jurnal Manajemen & Bisnis (JMB). Vol.1 No.1.

Boatright, John R. 2007. Ethics And The Conduct of Business, Fifth Edition. Pearson Prentince Hall.

Dindin M. Machfudz. 1998. ”Ketika Perusahaan Menghadapi Krisis”. Artikel pada Jurnal ISKI Manajemen Krisis. No.2/Oktober 1998

Hartman, Laura P. 2005. Perspective in Business Ethics, Third Edition. Mc Graw Hill.

Ngurah Putra, I Gusti. Manajemen Hubungan Masyarakat. Yogyakarta: Penerbit Universitas Atma Jaya.

Mintzberg, H., Quinn, J.B. 1996. The Strategy Process: Concepts, Contexts and Cases. Prentice Hall, 3rd Ed

Noeradi, Wicaksono. 1997. ”Upaya Memudahkan Komunikasi Saat Terjadi Krisis”, Makalah Seminar Crisis Communication Planning. Yogyakarta. 6 Desember1997

Parrow, Richard W. 1998. ”Cara Berkomunikasi dalam Situasi Krisis”, artikel pada Jurnal ISKI Manajemen Krisis. No. 2/Oktober 1998

Rosady Ruslan. 1999. Praktik dan Solusi Public Relations dalam Situasi Krisis dan Pemulihan Citra. Jakarta: Ghalia Indonesia.

 

Skip to toolbar