Tugas Individu Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Sistem Informasi Outsourcing dan Insourcing Pada Sebuah Perusahaan Perbankan Dosen :Dr.Ir. Arif Imam Suroso, MSc(CS) Disusun Oleh : Yogi Syamriadi (NIM P056132972.49E)

// January 30th, 2014 // Uncategorized

Tugas Individu Sistem Informasi Manajemen

Pengembangan Sistem Informasi Outsourcing dan Insourcing      Pada Sebuah Perusahaan Perbankan

     Dosen : Dr.Ir. Arif Imam Suroso, MSc(CS)

 

Disusun Oleh  :

yogi.syamriadi.NIM.P056132972.49E.SIM

 

Program Pascasarjana Manajemen Dan Bisnis

Institut Pertanian Bogor

2014

Daftar Isi

 

 

  1. Pendahuluan……………………………………………………………………………………………………..1

I.I.  Latar Belakang…………………………………………………………………………………………….1

I.2  Tujuan…………………………………………………………………………………………………………2

  1. Tinjauan Pustaka……………………………………………………………………………………………….3

II.I.  Definisi Sistem Informasi…………………………………………………………………………….3

II.I.I. Sistem Informasi Keuangan…………………………………………………………………3

II.2.  Definisi Outsourcing………………………………………………………………………………….5

II.3.  Definisi Insourcing…………………………………………………………………………………….5

II.4.  Perbedaan antara Outsourcing dan Insourcing……………………………………………….6

  1. Pembahasan………………………………………………………………………………………………………8

III.1. Alasan Perusahaan Melakukan Outsourcing………………………………………………..8

III.2. Alasan Perusahaan Melakukan Insourcing………………………………………………….9

III.3. Kelebihan dan Kekurangan Outsourcing dan Insourcing…………………………….10

III.4. Alasan Perusahaan Menggunakan Pendekatan Outsourcing dan Insourcing….12

IV. Kesimpulan dan Saran………………………………………………………………………………..15

  1. Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………………16

 


 

 

I. Pendahuluan

 

I.I. Latar Belakang

 

Perkembangan teknologi informasi di Indonesia sangatlah pesat bahkan hampir di setiap daerah telah terkonsentrasi dalam pengembangan teknologi mereka, baik digunakan dalam pertahanan, sosial & bisnis dan segala sesuatu yang menyangkut kepentingan orang banyak. Saat ini Indonesia telah dijadikan pasar penjualan beberapa produk teknologi terbaru dan pada umumnya konsumen atas produk tersebut lebih condong pada usia remaja dan dewasa, antusias tersebut didukung juga dengan berkembangnya pendidikan formal dan tidak formal yang berjenjang terkait dengan teknnologi dan sistem informasi.

Berkembangnya teknologi maupun sistem informasi tersebut memacu setiap perusahaan memiliki sebuah keunggulan kompetitif dalam industri, oleh karena itu perusahaan wajib untuk berkembang baik itu memanfaatkan teknologi maupun sistem informasi. Pada dasarnya suatu perusahaan memang tak bisa lepas dari teknologi maupun sistem informasi yang digunakan dalam menunjang proses bisnis maupun proses inti bisnisnya. Teknologi informasi saat ini sangatlah berkembang pesat, semakin waktu ditemukan terobosan-terobosan baru yang mempermudah para end user nya untuk mengoperasikan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka dan inovasi-inovasi atas teknologi tersebut.

            Sementara itu setiap perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan memerlukan perantara yang mengoperasikan sebuah teknologi dan juga fasilitas yang ada guna mencapai visi dan misi perusahaan. Perantara tersebut disebut tenaga kerja atau employee. Kebutuhan akan sumber daya yang berkualitas sangatlah besar demi memajukan sebuah perusahaan dalam memenangkan kompetisi dengan para perusahaan kompetitor. Tenaga kerja saat ini dapat digolongkan atas dua yaitu tenaga kerja outsource dan tenaga kerja insource.

Perusahaan perbankan dalam pengelolaan sumber daya informasi yang disebut juga dengan sistem informasi sumber daya informasi, dimana merupakan bagian daripada sistem informasi yang bertanggung jawab mengidentifikasi kebutuhan informasi, memproses, dan menyediakan informasi dalam format tepat yang akan dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan. Proses identifikasi berarti sebuah sistem harus mampu menentukan sebuah masalah yang dihadapi dan mampu mengklasifikasikannya. Kemudian proses pemrosesan sebuah permasalahan diolah menjadi sebuah solusi yang dapat diinterpretasikan kepada end user. Terakhir yaitu proses penyajian informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan terbaik yang harus diambil oleh pengguna sistem guna kepentingan perusahaan.

Oleh karena itu perusahaan perbankan yang dalam kegiatan bisnisnya atau dalam aktivitas transaksinya mengaplikasikan teknolgi dan sistem informasi baik itu dalam sarana insourcing ataupun outsourcing maka penulis mendeskripsikan pengertian dari outsourcing dan insourcing, kelebihan dan kekurangan outsourcing dan insourcing, dan juga alasan mengapa suatu perusahaan menggunakan pendekatanan outsourcing atau insourcing demi pengembangan sistem informasi di perusahaan tersebut.

I.2. TUJUAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan suatu perusahaan perbankan dalam pengambilan keputusan penerapan sistem informasi menggunakan opsi outsourcing atau insourcing, maka dalam menjawab pertanyaan tersebut dideskripsikan dalam narasi sebuah pertanyaa  :

  1. Apakah sistem informasi itu ?
  2. Apakah perbedaan antara outsourcing dan insourcing ?
  3. Apakah kelebihan dan kekurangan dari outsourcing dan insourcing ?
  4. Mengapa sebuah perusahaan perbankan lebih menggunakan pendekatan outsourcing atau insourcing ?

II. TINJAUAN PUSTAKA

 

II.1. Defenisi Sistem Informasi

Peran sistem informasi menurut O’brian adalah untuk menunjang kegiatan bisnis operasional, menunjang manajemen dalam mengambil keputusan, dan menunjang keunggulan strategi kompetitif organisasi. Sistem informasi mengintegrasikan sumber daya manusia, teknologi (hardware, software dan jaringan komunikasi), sumber data serta kebijakan dan prosedur kerja, untuk mengelola (menyimpan, mengakses kembali, mengubah dan menyebarluaskan) informasi dalam sebuah organisasi. Sistem Informasi pada sebuah organisasi, dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Sistem pendukung operasional, (misalnya untuk mengefisienkan transaksi bisnis, mengendalikan proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi) dan;
  2. Sistem pendukung manajemen, (misalnya untuk menyediakan laporan dan tampilan, dukungan langsung pada proses pengambilan putusan).

 

II.1.1. Sistem Informasi Keuangan

Sistem informasi keuangan bisa menyediakan informasi untuk berbagai tujuan, yaitu (1) pelaporan  periodik, (2) informasi historik, (3) laporan ke otoritas   moneter   (Bank   Indonesia),   (4)   laporan   konsolidasi,   (5) perencanaan  laba  dan  anggaran,  (6)   pelaporan  kinerja,  menghitung tingkat, hasil, dan berbagai rasio keuangan, (7) akuntansi biaya, dan (8) output untuk sistem lain.  Fasilitas tambahan yang terdapat pada berbagai sistem    informasi    keuangan    meliputi    informasi    saldo    rata-rata, memasukkan transaksi pada hari sebelumnya, pembangkitan transaksi secara  otomatis,    deskripsi  transaksi  otomatis,  perbaikan  pemasukan data, implosion dan eksplosion transaksi, pemasukan data secara on line, pelayanan on   line, pembuatan berbagai bentuk laporan, sistem keamanaan, pembuatan laporan gabungan,  perhitungan pajak, konversi nilai tukar mata uang, dan prosedur tutup tahun. Sedangkan karakteristik tambahannya   adalah   berupa   fleksibitas   sistem   informasi   keuangan tersebut. Karakteristik sistem tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut.

 

 

                Financial Information System

 

    FEATURES

 

 

 

 

Averages balances

Backdated transaction

Automatic transaction generation

Automatic transaction descriptions

Warehousing of entries

Implosions and explosions

On line data entry

 

 

 

On line inquiry

Report writers

Security features

Consolidation routines

Tax calculations

Currency conversion

Year end procedures

Flexibility

 

II.2 Definisi Outsorcing

 

Menurut O’Brien dan Marakas (2010) dalam bukunya “Introduction to Information Systems”, istilah outsourcing dalam arti luas adalah pembelian sejumlah barang atau jasa yang semula dapat dipenuhi oleh internal perusahaan tetapi sekarang dengan memanfaatkan mitra perusahaan sebagai pihak ketiga. Dalam kaitannya dengan Teknologi Informasi(“TI”), outsorcing digunakan untuk menjangkau fungsi TI secara luas dengan mengontrak penyedia layanan eksternal. Atau dapat dikatakan bahwa outsourcing merupakan pemindahan atau pengalihan tanggung jawab kepada pihak ke dua dalam hal ini adalah tenaga kerja.

 

Melalui outsourcing, perusahaan dapat membeli sistem informasi yang sudah tersedia, atau sudah dikembangkan oleh perusahaan outsource. Perusahaan juga dapat meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi sistem yang sudah ada. Perusahaan juga dapat membeli software dan meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi software tersebut sesuai keinginan perusahaan. Lewat outsourcing perusahaan dapat meminta untuk mengembangkan sistem informasi yang benar-benar baru atau pengembangan dari dasar.

 

II.3 Definisi Insourcing

 

Insourcing adalah mengoptimalkan karyawan dalam perusahaan untuk dipekerjakan guna kepentingan bisnis sebuah perusahaan. Misalnya perusahaan ingin mengembangkan sistem e-commerce nya dengan melimpahkannya kepada staff TI nya, tentunya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan tersebut.

 

Perusahaan yang menggunakan insourcing biasanya memberikan standar tinggi akan tenaga kerja yang akan direkrutnya, atau mungkin lebih memilih untuk merekrut karyawan profesional yang sudah berpengalaman. Tentunya akan lebih sulit mendapatkannya dan apabila sudah menemukan calon karyawan yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan perusahaan sang calon karyawan akan menginginkan timbal balik yang lebih besar daripada calon karyawan yang fresh graduate.

Pengembangan tersebut dilakukan oleh para spesialis sistem informasi yang berada dalam departemen terkait dengan sistem informasi ataupun teknologi seperti departemen EDP (Electronic Data Processing), IT (Information Technology), atau IS (Information System). Pengembangan sistem umumnya dilakukan dengan menggunakan SDLC (Systems Development Life Cycle) atau daur hidup pengembangan sistem. Dengan menggunakan SDLC ini, organisasi akan mengikuti 6 langkah penting, yang mencakup berbagai tahapan berikut :

1.   Perencanaan, yaitu membentuk rencana pengembangan sistem informasi yang memenuhi rencana-rencana strategis dalam organisasi.

2.   Penentuan lingkup, yaitu menentukan lingkup sistem yang diusulkan untuk dibangun.

3.   Analisis, yaitu menentukan kebutuhan-kebutuhan sistem yang diusulkan.

4.   Desain, yaitu merancang sistem yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperoleh pada tahapan analisis.

5.   Implementasi, yaitu membuat sistem dan menyiapkan infrastruktur untuk sistem.

6.   Pemeliharaan, yaitu mendukung sistem yang telah berjalan.

Pendekatan SDLC biasa disebut sebagai pengembangan tradisional dan mempunyai kelemahan yakni pengembangannya lambat dan mahal. Selain itu, pemakai akhir kurang terlibat sehingga rawan terhadap ketidakcocokan dengan yang diinginkan oleh pemakai.

 

 

II.4 Perbedaan antara Outsourcing dan Insourcing

           

Setelah membaca penjelasan di atas mengenai pengertian dari Outsourcing dan Insourcing  maka dapat diartikan perbedaan antara Outsourcing dan Insourcing adalah, outsourcing merupakan karyawan yang direkrut dari pihak ke dua untuk menempati posisi tertentu dan bekerja sebagai karyawan pihak pertama. Misalkan PT A membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengerjakan pekerjaan spesifik seperti membuat sebuah program untuk sebuah perusahaan, untuk itu PT A meminta untuk PT B menyediakan tenaga kerja sesuai dengan spesifikasi yang diberikan kepada PT A. Apabila PT B menyanggupi permintaan tersebut dan mampu memberikan sejulah tenaga kerja yang diminta dan sesuai dengan spesifikasi yang diminta maka karyawan tersebut akan berpindahtangan kepada PT A dengan durasi kontrak tertentu sesuai dengan perjanjian. Sedangkan yang disebut dengan insourcing adalah perusahaan memaksimalkan sumber daya manusia yang dimilikinya untuk kepentingan bisnis perusahaannya.

 

 

III. PEMBAHASAN

 

III.1 Alasan Perusahaan Melakukan Outsourcing

 

Outsourcing merupakan salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan untuk aplikasi sistem informasi perusahaan. Menurut O’Brien dan Marakas (2006), beberapa pertimbangan perusahaan untuk memilih strategi outsourcing sebagai alternatif dalam mengembangkan sistem informasi diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Biaya R&D sangat tinggi.
  2. Diperlukan waktu yang lama untuk R&D.
  3. Resiko kehilangan biaya investasi.
  4. Tidak ada jaminan untuk dapat mendapatkan sistem yang ingin digunakan dan maksimal bagi perusahaan.
  5. Membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk training dan transisi dari sistem yang lama ke sistem yang baru dan mensosialisasikannya.

 

Meskipun penggunaan outsourcing seringkali digunakan sebagai strategi kompetisi perusahaan untuk fokus pada core business-nya. Namun, pada prakteknya outsourcing didorong oleh keinginan perusahaan untuk menekan cost hingga serendah-rendahnya dan mendapatkan keuntungan berlipat ganda walaupun seringkali melanggar etika bisnis. Terlebih lagi kondisi saat ini dimana supply dan demmand akan tenaga kerja tidak seimbang lagi, justru dapat dikatakan sangat timpang. Kondisi saat ini dimana kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja tidak sebesar jumlah tenaga kerja yang tersedia, hal ini yang menyebabkan lemahnya posisi dari karyawan dan juga calon karyawan.

Pada saat ini kesadaran perusahaan akan pentingnya perlindungan terhadap keamanan seperti jiwa, harta benda, atau karya cipta sudah semakin tinggi. Tingginya kejahatan yang memanfaatkan TI dan resiko keamanan semakin membuat seseorang memprioritaskan keamanan dalam sebuah perusahaan. Apalagi jurus yang dilakukan ”para penjahat” TI pun kian canggih.

Penjelasan diatas hanya satu dari banyak alasan perkembangan Sistem informasi di seluruh dunia. Seringkali perusahaan enggan untuk melakukan outsourcing, insourcing, atau multi-sourcing teknologi keamanan. Outsourcing harus dipandang secara jangka panjang, karena perusahaan pasti akan mengeluarkan dana lebih sebagai management fee perusahaan outsourcing, memikirkan mengenai pengembangan karir karyawan, efisiensi dalam bidang tenaga kerja, organisasi, benefit dan lainnya.

Adapun beberapa alasan mengapa kita memerlukan outsourcing adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan fokus perusahaan.
    • Memanfaatkan kemampuan kelas dunia.
    • Mempercepat keuntungan yang diperoleh dari proses re-engineering.
    • Membagi resiko.
    • Sumber daya sendiri dapat digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan lain
    • Memungkinkan tersedianya dana kapital
    • Menciptakan dana segar.
    • Mengurangi dan mengendalikan biaya operasi.
    • Memperoleh sumber daya yang tidak dimiliki sendiri.
    • Memecahkan masalah yang sulit dikendalikan atau diolah.

Dengan melihat alasan menggunakan outsourcing, faktor-faktor pemilihan perusahaan penyedia jasa outsourcing, serta kepuasan perusahaan terhadap tenaga outsource, sebanyak 68.2% menyatakan bahwa penggunaan tenaga outsource dinilai efektif dan akan terus menggunakan outsourcing dalam kegiatan operasionalnya.

 

III.2 Alasan Perusahaan Melakukan Insourcing

 

Organisasi biasanya memilih untuk melakukan insourcing antara lain dalam rangka mengurangi biaya tenaga kerja dan pajak. Organisasi yang tidak puas dengan outsourcing kemudian memilih insourcing sebagai penggantinya. Beberapa organisasi merasa bahwa dengan insourcing mereka dapat memiliki dukungan pelanggan yang lebih baik dan kontrol yang lebih baik atas pekerjaan mereka daripada dengan meng-outsourcing-nya. Insourcing dapat terjadi karena hal-hal sebagai berikut:

 

1. Kompetensi karyawan yang tidak optimal dimanfaatkan di dalam perusahaan.

2. Terjadinya perubahan yang mengakibatkan beberapa kompetensi tertentu tidak dibutuhkan lagi di dalam perusahaan.

3. Sebagai persiapan karyawan untuk menempuh karir baru di luar perusahaan.

 

III.3 Kelebihan dan Kekurangan Outsourcing dan Insourcing

Kelebihan perusahaan apabila menggunakan strategi outsourcing adalah:

+        Perusahaan dapat mengonsentrasikan diri pada bisnis yang ditangani Masalah mengenai hardware, sofware, dan maintenance sistem merupakan tanggung jawab pihak vendor.

+        Skalabilitas & Kemampuan Beradaptasi. Membangun dan memelihara infrastruktur IT membutuhkan banyak waktu. Sektor IT menjadi lebih kompetitif, sehingga mengambil terlalu banyak waktu untuk penerapan satu teknologi akan sangat berisiko. IT outsourcing memungkinkan percepatan adaptasi dan transformasi bisnis Anda terhadap perubahan pasar atau ancaman para pesaing.

+        Dapat digunakan untuk meningkatkan kas dalam aset perusahaan karena tak perlu ada aset untuk teknologi informasi.

+        Mendapatkan kepakaran yang lebih baik dan teknologi yang lebih maju lebih menghemat biaya.

+        Mempersingkat waktu pengembangan.

+        Menghilangkan penyediaan sarana saat beban puncak terjadi (yakni ketika terjadi masa-masa pembeli membanjir) dan cukup melakukan pengeluaran biaya sesuai dengan tambahan layanan yang diberikan oleh pihak luar.

+        Memfasilitasi downsizing, sehingga perusahaan tak perlu memikirkan pengurangan pegawai.

+        Solusi untuk bisnis.

 

Kelemahan dari penggunaan strategi outsourcing oleh suatu perusahaan adalah:

–          Kehilangan kendali terhadap sistem dan data karena bisa saja pihak outsourcer menjual data ke pesaing

–          Mengurangi keunggulan kompetitif karena pihak outsourcer tidak dapat diharapkan untuk menyediakannya karena juga harus memikirkan klien lain.

–          Menjadi sangat bergantung pada pihak luar sehingga sangat sulit bagi perusahaan untuk mengambil alih kembali sistem yang sedang berjalan.

–          Wrong man on the wrong place jika proses seleksi, training dan penempatan tidak dilakukan secara cermat oleh perusahaan outsourcing

–          Pengurangan keunggulan kompetitif.

 

Perusahaan yang menggunakan strategi insourcing harus memperhatikan keuntungan dan kelemahan penggunaan strategi tersebut. Keuntungan penggunaan insourcing adalah :

+        Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.

+        Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.

+        Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.

+        Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.

+        Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.

+        Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.

+        Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan.

+        Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.

Adapun kekurangan dari penerapan strategi Insourcing adalah  :

–          Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai teknologi informasi.

–          Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.

–          Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).

–          Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.

–          Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.

 

III.4 Alasan Perusahaan Menggunakan Pendekatan Outsourcing atau Insourcing

Sistem informasi dan organisasi merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Sistem informasi harus disesuaikan dengan organisasi agar dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan pada suatu bagian tertentu yang penting pada organisasi. Pada saat yang sama, organisasi harus waspada dan terbuka terhadap pengaruh sistem informasi supaya mendapat keuntungan dari teknologi baru.

            Perusahaan besar saat ini yang core business nya sudah skala besar dan keuntungan yang didapat sudah besar maka mereka akan lebih cenderung menggunakan tenaga kerja outsource karena tenaga kerja yang ada sudah terampil dan tidak perlu lagi pelatihan untuk bekerja pada jabatan tertentu, resiko akan kehilangan karyawan tersebut juga relatif kecil karena karyawan memiliki kontrak dengan sang outsource provider. Bagi sang perusahaan beban pajak dan beban lain karena menggunakan jasa pihak ke dua tidaklah terlalu penting, bagi mereka yang terpenting adalah keuntungan yang besar karena kinerja para karyawannya untuk memajukan perusahaan juga mencapai visi dan misi perusahaan.

 

 

Adapun skema pengambilan keputusan berdasarkan identifikasi awal kebutuhan perusahaan.

 Gambar rencana pengambilan keputusan bagi perusahaan

 

Langkah untuk membandingkan kebutuhan perusahaan dan kemampuan perangkat lunak dan penyelesaiannya.

            Keunggulan yang lain yang dapat didapat dari perusahaan pengguna jasa adalah perusahaan dapat mengevaluasi kinerja dari karyawan yang bersangkutan, sehingga perusahaan dapat memberhetikan karyawan apabila kinerjanya menurun atau tidak sesuai dengan ekspektasi. Perusahaan pengguna jasa berhak penuh akan pemberian insentif atau bonus kepada karyawan outsource.

Sedangkan perusahaan yang menggunakan insoucrce nya biasanya adalah perusahaan yang belum terlalu besar, karena mereka lebih mementingkan cost yang keluar apakah sebanding dengan apa yang akan didapatkannya untuk dalam jangka waktu dekat. Terkecuali karyawan yang ditugaskan sudah memiliki background pengalaman yang mumpuni untuk melakukan pekerjaan tersebut, tentunya tidak murah untuk menggaji karyawan profesional.

Perusahaan memiliki wewenang penuh untuk menggunakan tenaga kerja yang diinginkan baik insource ataupun outsource. Setiap kebijakan yang diambil memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hanya tergantung dari sisi mana melihatnya, ingin melihat perubahan dalam jangka panjang atau pendek, dilihat dari sisi efektif atau tidak, efisien atau tidak, cost yang dikeluarkan besar atau tidak. Hal tersebut dapat dilihat dari kepentingan perusahaan tersebut.

Untuk dapat lebih efektif maka disarankan adanya:

  • Komunikasi dua arah antara perusahaan dengan provider jasa outsource dengan bekerja sama, perubahan, atau permasalahan yang terjadi
  • Tenaga outsource telah ditraining terlebih dahulu agar memiliki kemampuan/ketrampilan
  • Memperhatikan hak dan kewajiban baik pengguna outsource maupun tenaga kerja yang ditulis secara detail dan menginformasikan apa yang menjadi hak-haknya

Berikut lamgkah-langkah dalam menerapkan outsourcing dideskripsikan dalam gmbar dibawah ini:

 

 

Gambar Langkah-langkah dalam outsourcing

 

Alasan suatu perusahaan mengambil langkah outsourcing adalah dikarenakan agar perusahaan tersebut dapat bertahan dalam memasuki pasar international dan mendapatkan keuntungan. Pengambilan langkah dengan menggunakan outsourcing merupakan kebijakan dari perusahaan, sehingga perusahaan dihadapkan pada beberapa keuntungan dan tantangan kedepannya.

 

  1. IV.    Kesimpulan dan Saran

 

Sebelum melakukan pengembagan sistem informasi, manajemen harus bisa menganalisa sejak dini kebaikan dan keburukan proses sourcing yang dilakukannya, apakah telah sesuai dengan strategi dan misi perusahaan dan bagaimana dampaknya pada kinerja organisasi saat ini maupun dimasa yang akan datang. Setelah menentukan strategi sourcing yang akan digunakan, perusahaan harus melakukan penyesuaian agar model sourcing yang dipilih tidak berbenturan dan sesuai dengan kondisi lingkungan bisnis, baik internal maupun eksternal.

Berdasarkan kelebihan dan kekurangan melakukan pengembangan sistem informasi menggunakan outsourcing dan insourcing pada pembahasan maka perusahaan sebaiknya memilih untuk melakukan outsourcing jika:

  • Perusahaan memiliki TI support yang terbatas dan kebutuhan tersebut yang mendesak.
  • Ketika perusahaan menginginkan perubahan model bisnis menjadi service oriented, yang sangat sulit untuk diimplementasikan sendiri.
  • Ketika perusahaan memiliki kebutuhan teknologi dan sistem informasi yang sering berubah.
  • Ketika perusahaan ingin berfokus ke operasional bisnis organisasinya.

 

Kemudian perusahaan perlu memperhatikan Hal-hal penting dalam Outsourcing

  • Menentukan pengembang yang ditunjuk untuk membangun sistem informasi dengan hati-hati. Pihak luar yang dipilih memiliki pengalaman.
  • Menandatangani kontrak. Kontrak dimaksudkan sebagai pengikat tanggung jawab dan dapat dijadikan sebagai pegangan dalam melanjutkan atau menghentikan proyek jika terjadi masalah selama masa pengembangan.
  • Merencanakan dan memonitor setiap langkah dalam pengembangan agar keberhasilan proyek benar-benar tercapai.
  • Menjaga komunikasi yang efektif antara personil dalam perusahaan dengan pihak pengembang dengan tujuan agar tidak terjadi konflik atau hambatan selama proyek berlangsung
  • Mengendalikan biaya dengan tepat dengan misalnya memperhatikan proporsi pembayaran berdasarkan persentasi tingkat penyelesaian proyek.

Daftar Pustaka

 

Apriani. 2009. Effisiensi Dan Penghematan Biaya Melalui IT Outsourcing. http://www.maestroglobal.info/effisiensi-dan-penghematan-biaya-melalui-it-outsourcing/

Garrison, D.R. , Anderson, T. 2011. “E-learning in the 21st  century a framework for research and practice”, Open Universiteit Netherland

http://blog.i-tech.ac.id/deasy/2009/08/11/kasus-it-outsourcing-pengolahan-data/#comment-81

http://triatmono.wordpress.com/2007/11/28/best-practice-it-outsourcing/

http://rahard.wordpress.com/2007/12/06/mengusung-it-outsourcing/#comment-66200)

http://www.infosum.net/id/programming/it-outsourcing.html

Khoiruddin. 2007. Melihat kelebihan dan kekurangan iklim. http://arwankhoiruddin. blogspot.com/2007/10/melihat-kelebihan-dan-kekurangan-iklim.html

Lubis, M.S. 2004. Penggunaan Outsourcing pada Aktivitas Teknologi Informasi. http://safri-lubis.info/file

O’Brien, J.A. 2005. Introduction to Information System. McGraw-Hill Irwin companies.

Pasaribu. 2010. Outsourcing, Insourcing & Selfsourcing. http://ferry1002.blog. binusian.org/?p=128

Raharjo.2007. Mengusung IT Outsourcing. http://rahard.wordpress.com/2007/12/06/ mengusung-it-outsourcing/#comment-66200

Yassar. 2009. Cara Memilih Vendor Outsourcing. http://indosdm.com/cara-memilih-vendor-outsourcing

 

 

 

Skip to toolbar